Untuk Sebuah Nama

Alhamdulillah Lewat Facebook, aku yang tinggal di pulau yang bersempadan dengan negerinya Siti Nurhaliza dapat mengikuti perkembangan pergolakan pemikiran tentang Indonesia tanah airku.Dan lewat jalur maya ini aku bisa menikmati beragam tulisan dari sahabat-sahabatku yang bahkan sekalipun belum pernah bertatap muka,….tentang apa saja. Sesuatu yang mustahil bisa kulakukan saat Ebiet G Ade masih sering tampil di TVRI, bersenandung tentang Camelia,…oh… Camelia. Era dimana Pak Harmoko selalu tampil dengan laporan tentang harga-harga sembako di pasar induk tepat jam 7 malam.

Indonesia tentu saja saat ini sudah memiliki pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyatnya. Tapi adakah sang pemimpin terpilih telah bersemayam dihati para jelata ? disebut dengan rasa kagum dan disapa dengan rasa hormat yang mendalam ?

Nampaknya belum. Masih banyak perdebatan. Utamanya dari golongan yang berpikir. Dan ke depan ada sebuah nama yang terus akan diperbincangkan dengan rasa hormat, bangga dan rasa kagum. Namun juga disikapi dengan rasa khawatir, cemburu dan dengki…..

Sebuah nama yang diperbincangkan oleh kaum agama, kaum intelektual, kaum nasionalis, kaum abangan bahkan kaum Atheisme. Bahkan dipertengkarkan dengan sengit …..siapakah yang layak untuk mengusungnya untuk memimpin negeri ini dengan tegas dan berintegritas ?. Dan sesungguhnya di sanubari masing-masing kaum tersebut tersimpan sebuah harapan yang sama…sebuah harapan yang besar.

Lalu seorang jelata dipinggiran negeri yang kutemui pagi ini dengan segala keterbatasannya berujar,…”Mudah-mudahan Bu Sri Mulyani bersedia memimpin negeri ini”

Selamat Ulang Tahun Bu Sri Mulyani Indrawati. Semoga senantiasa dalam lindungan dari Allah Yang Maha Kuasa.

Salam dari pulau.

0 comments:

Post a Comment

My Blog List