Perbedaan itu indah, perbedaan itu rahmat.
Kalimat tersebut sering bergaung manakala kita dihadapkan dengan perbedaan. Begitu juga dalam menyikapi perbedaan penetapan 1 Syawal 1432 H kali ini. Ditataran masyarakat bawah khususnya di kampungku, keindahan dan rahmat dari perbedaan itu sangat nyata. Dimana penduduk asli memulai hari raya (lebaran) sesuai dengan ketetapan pemerintah, tidak pernah mempersoalkan saudara-saudaranya para pendatang dari berbagai daerah yang berlebaran lebih awal sesuai dengan keyakinannya. Silaturahim tetap terjaga.
Tapi tidak di dunia maya. Ada banyak perdebatan tentang perbedaan penetapan 1 Syawal tersebut. Menariknya perdebatan-perdebatan tersebut terkesan hanya mempertahankan sebuah kebenaran yang absurd. Sebuah perdebatan yang justru menjauhkan keindahan yang mendatangkan rahmat dari sebuah perbedaan. Latihan menahan diri selama satu bulan seakan lenyap tak berbekas.
Lalu Dimanakah Indahnya, Dimanakah Rahmatnya ?
Sepengetahuanku ada dua organisasi Islam terbesar yang sangat menentukan arah umat Islam di Indonesia, NU & Muhammadiyah,…..tentunya dengan tanpa meniadakan peran penting organisasi-organisasi Islam lainnya. Indahnya perbedaan ini disikapi oleh BANSER NU dengan siap mengamankan pelaksanaan Sholat Idul Fitri-nya Muhammadiyah. Indahnya perbedaan ini…. ternyata banyak juga suadara-saudara kita yang Muhammadiyah melakukan sholat Idul Fitri pada hari Rabu.
Dan kerukunan tersebut adalah sebuah rahmat,…….
Dan rahmat terbesar yang sedang ditunggu adalah Dr.M.Din Syamsuddin duduk bersama-bersama dengan Pak KH Said Aqil Siradj, Profesor Dr KH Maman Abdurahman serta tokoh-toko Islam lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu , sambil menikmati goreng pisang dan teh manis lalu membahas sebuah pertanyaan penting,……
“ Bisakah kita bersama-sama menetapkan satu awal bulan Syawal dengan kriteria yang sama, mengingat kita memandang bulan yang sama, kita berpijak di tanah yang sama, kita beralat dengan alat yang sama, kita berhadist dengan hadist yang sama dan ber-Al-Alquran dengan Al-Quran yang sama ,……semata-mata demi kemashalatan umat dan petunjuk-Nya ? “
Dan jika itu terwujud,…sungguh perbedaan lebaran tahun ini sangat indah dan mendatangkan rahmat yang tak ternilai. Wallahualam.
0 comments:
Post a Comment