West Wing Natuna On The Move (1)

9 September 2011 - 4.30 Waktu Natuna

“ Mengapa Natuna perlu dimekarkan bong ? Bukankah jumlah penduduk kita tidak mencukupi ?”

Pompong kecil itu terus melaju membelah ombak yang tidak begitu besar. Sekelompok burung terbang dekat sekali , pertanda terdapat sekumpulan ikan disana. Senja ini aku bersama dengan lima kawan-kawan lainnya memang sedang menuju ke sebuah pulau kecil yang bernama Tanjung Kumbik Kecamatan Pulau Tiga. Pompong itu memang sangat kecil sehingga sibakan air laut sesekali terasa menyentuh kulitku, namun lumayan laju.

“Kalau menurut petunjuk Pak SBY presiden kita, ….Tidak boleh pemekaran daerah bergerak ke sana-kemari tanpa konsep, tanpa desain, tanpa policy, tanpa urgensi, dan tanpa justifikasi, yang terjadi adalah kemunduran. …..Beliau tidak menyinggung soal jumlah penduduk. Jadi menurut kawan pemekaran tersebut boleh-boleh saja alias tidak dilarang.”

Matahari yang hampir tenggelam diufuk itu benar-benar indah. Kabut asap kiriman entah dari mana membuat pendaran kuning dari pusat tata surya itu semakin indah. Dan tentu saja jawabanku tadi tidak memuaskan kawanku yang bertanya. Mengapa Natuna harus dimekarkan lagi. Aku menunjuk celah di ujung sebuah pulau disamping kanan pompong kami.

“ Disanalah terletak ladng-ladang yang diperebutkan oleh perusahaan-perusahaa asing. Disanalah tempat devisa yang cukup besar untuk negara ini diperoleh. Bahkan kita tidak menyadari ratusan kilometer pipa saling silang di bawah laut kita.”

Pompong yang kami tumpangi semakin menjauh dari pulau tempatku bermukim. Yang terlihat kini hanyalah warna hijau tua dari pohon-pohon cengkeh dan kelapa yang mendominasi pulau tersebut. Hasil kerja keras para orang-orang tua kami terdahulu.

“ Lalu apa alasan kita untuk memekarkan Natuna bong ?”

“ Jadi masih menurut petunjuk Bapak Presiden……Daerah otonomi akan ditambah apabila dengan penambahan itu manajemen daerah, pelayanan kepada rakyat, dan ekonomi menjadi lebih bagus, efektif, dan tumbuh…..jadi hanya itulah alasannya mengapa Natuna harus dimekarkan. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan jumlah penduduk. Dengan pertimbangan tersebut di atas dan dengan bismillah kita mulai perjuangan.”

Barisan rumah-rumah panggung diatas air laut nampak berjejer pertanda sebentar lagi kami akan merapat ke pelabuhan. Dan sungguh sebenarnya itu bukanlah sebuah pelabuhan. Hanya tempat sandarnya pompong-pompong milik nelayan yang kebanyakan langsung terhubung dengan rumah-rumah penduduk di pulau itu. Sejak dari aku kecil dulu hingga kini tetap begitu.

“Saya masih belum mengerti mengapa Natuna harus dimekarkan lagi bong ? “

“ Berhubung kita sudah hampir sampai,..nanti kita lanjutkan lagi ya ? “

Kawanku mengangguk……………………………………………………………………………………..bersambung



Natunapedia :

Kata Kawan , khusus di Natuna selain bermakna sahabat, teman - bisa juga bermakna saya

0 comments:

Post a Comment

My Blog List