West Wing Natuna On The Move (4)

Nothing endures except change,….oleh karena itu kita harus berani bermimpi !

Salah satu tempat makan favoritku jika sedang berada di Tanjungpinang adalah di Meja Tujuh. Kawasan tersebut selalu ramai di malam hari. Ikan bakar dan sop ikan merahnya cocok dengan seleraku. Di sanalah beberapa waktu yang lalu aku sempat bertemu dengan Anak Bunguran yang saat ini menjadi Wakil Bupati Natuna tidak lama setelah ia dilantik.

Masyarakat Natuna terbiasa menyebutnya dengan nama kecilnya saja,…Eko. Nama lengkapnya Imalko. Dan Pak Wakel ini usianya masih terbilang muda. Sama dengan usia Pak Ketue Dewan, kira-kira di bawah 40 tahun.

Pada pilkada yang baru lalu, aku tidak memilih Eko. Dan Malam itu, di Meja Tujuh aku dan temanku Theri Kusnadi bertemu dengan Pak Wakel Bupati yang juga penggila kopi ini. Tidak ada pengawal, dan tidak Nampak juga gemik di sekitarnya. Pak Wakel hanya datang bersama seorang sopirnya.

“ Natuna nampaknya harus dimekarkan bong,…” ujar Pak Wakel sambil menghirup kopi pekatnya. Tanpa menunggu respon dariku, Pak Wakel melanjutkan pembicaraan malam itu.

“ Belajar dari pengalaman Anambas (maksudnya Kabupaten Kepulauan Anambas, salah satu wilayah kabupaten Natuna yang baru saja dimekarkan) Natuna harus dimekarkan. Tadinya kita berasumsi bahwa pemekaran Anambas itu akan berdampak kepada pengurangan APBD Natuna,…tapi ternyata tidak. Malah APBD Anambas perlahan-lahan mendekati jumlah APBD kita.”

Aku memesan lagi juice wortel karena pembicaraan dari mantan Ketua Kadin Natuna ini semakin menarik dan santai tanpa harus terikat dengan protokoler yang ketat. Sambil menunggu kopi cangkir kedua pesanan pak Wakel,….aku melanjutkan pembicaraan

“ Memang Natuna itu sebenarnya sejak dulu sudah sangat spesial di mata pusat. Ini tercermin dari berbagai keppres dan Peraturan Pemerintah yang telah dikeluarkan” ujarku…..dan….

karena dinilai sebagai kawasan yang mempunyai nilai strategis yang penataan ruangnya diprioritaskan atau kawasan yang tingkat penanganannya diutamakan dalam pelaksanaan pembangunan maka keluarlah Peraturan Pemerintah ( PP) RI No.47 Tahun 1997 yang menetapkan Natuna sebagai Kawasan Tertentu.”

Dilihat dari letak geografisnya, Pulau Natuna berada di daerah terluar dari perbatasan negara Republik Indonesia, sehingga memiliki pengaruh faktor eksternal yaitu dalam hal pertahanan dan keamanan nasional maka ditetapkanlah Natuna sebagai Kawasan Pertahanan dan keamanan. Lalu berdasarkan Peraturan Pemerintah tahun 2002 No.38 Natuna juga ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Perbatasan karena berbatasan langsung dengan Negara tetangga.”

Ku lihat HP Pak Wakel bergetar di atas meja,….pembicaraan kami terhenti. Memang sejak zaman orde baru,… Natuna telah memberikan kontribusi yang besar bagi devisa Negara. Dan dalam kurun waktu itulah pembangunan di wilayah Natuna boleh dikatakan sangat lambat karena masing-masing. kecamatan paling-paling mendapat jatah dana pembangunan hanya ratusan juta rupiah saja dari kabupaten induk yaitu kabupaten Kepulauan Riau.

Lalu mengapa Natuna sebagai Kawasan dengan potensi strategis di bidang pertambangan yaitu minyak dan gas yang diprioritaskan yang ditetapkan melalui Keppres No.14 Tahun 1995 sebagai pangkalan pembangunan proyek gas Natuna blok D-Alpha di Laut Cina Selatan harus dimekarkan ?

Pemekaran Kabupaten Natuna Barat harus dilakukan mengingat konsep Natuna sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terrpadu ( KAPET ) yang ditetapkan berdasarkan Keppres RI No.71 Tahun 1996,…ternyata sampai hari ini dinilai gagal.

Jika ingin melihat percepatan pembangunan di Natuna, sebagai The Front Gate of Indonesia, maka sesuai dengan koridor konstitusi kita, pemekaran Natuna Barat adalah sebuah solusi. Jika tidak maka Natuna akan selalu menjadi The Backyard of Indonesia,…..alias halaman belakang. Tempat segala yang buruk-buruk ditimbun………tempat segala keterbelakangan dipelihara. Mau ?

Jam 21.00 WIB Pak Wakel pamit untuk melanjutkan indahnya malam di Tanjungpinang.

“Semoga Pak Wakel mau berjuang bersama-sama rakyatnya untuk memekarkan Natuna Barat dengan tujuan untuk mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan Natuna.”

Bersambung…………………………………………..

Natunapedia :

Gemik = sekumpulan ikan-ikan kecil yang selalu mengitari dan mengikuti kemanapun ikan besar pergi.

0 comments:

Post a Comment

My Blog List