We have a dream,…..
Azan maghrib berkumandang dengan syahdu, menyejukkan hati. Alhamdulillah akhirnya kami sampai di Tanjung Kumbik Kecamatan Pulau Tiga. Seperti juga pulau tempatku bermukim, mayoritas penduduk di pulau tersebut umumnya bermata pencaharian ganda, yaitu petani sekaligus nelayan.
Tak luasnya dataran memaksa penduduk di sana bermukim di atas air laut. Rumah papan dengan atap seng masih banyak terlihat di sana.
“ Kita harus punya mimpi bong….dan kita harus berani memulai sebuah perjuangan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita….demi anak cucu kita.”
Kalimat tersebut keluar begitu saja dari mulut Hadi Candra, Ketua DPRD Natuna, saat kami berbincang di tapak depan sebuah rumah tua di Tanjung Kumbik usai shalat maghrib sambil menunggu acara Mubes Masyarakat Bunguran Barat Lame di mulai.
Walaupun usianya lebih muda dariku, aku tetap memanggilnya dengan sebutan Pak Ketue (Ketua). Dan anehnya Pak Ketue tetap saja memanggilku dengan sebutan Bong (Natunapedia : Bong = Bang / Abang/Kanda).
“ Kami, para anggota DPRD Natuna siap mendukung perjuangan pembentukan Kabupaten Natuna Barat.Yang penting mari kita satukan langkah,………” lanjut Pak Ketue yang usianya masih muda. Kalau tidak salah masih di bawah 40 tahun. Sangat ramah dan jauh dari kesan sebagai salah seorang pejabat penting di Natuna. Bercelana pendek dan hanya memakai kaos. Pembawaannya tenang, setenang laut Pulau Tiga malam itu.
Dan sambil berjalan menuju gedung pertemuan tempat acara musyawarah berlangsung, temanku dari Pulau Sedonou masih terus bertanya :
“Mengapa Natuna harus dimekarkan Bong,….?”
Bersambung………………………………………………
0 comments:
Post a Comment