Kisah Sepanjang Jalan (1)


Terima dan hadapilah semua tantangan agar kau bisa merasakan kegembiraan dan kenikmatan sebuah "kemenangan". ( G eorge S. Patton )

Ini musim “ber-beran”, artinya musim penghujan akan melanda pulau di ujung negeri ini. Dan seperti biasa proyek-proyek fisik seperti pembangunan jalan dan gedung baru saja dimulai. Tepat ditengah musim hujan dengan curah sedang sampai lebat dan laut bergolak.

Saat seperti ini biasanya para nelayan tradisional yang kini walaupun sudah mulai memakai peralatan modern seperti GPS tidak bisa melaut sehingga banyak yang nyambi ikutan kerja proyek daripada nganggur. Me too,..

Dan kisah-kisah sepanjang 600 x 6 meter jalan yang kami bangun juga tak luput dari tantangan musim tersebut. Tantangan lainnya adalah mengelola 15 manpower yang rata-rata adalah para nelayan yang memang bukan pekerja bangunan.

Semenisasi beton bertulang di jalan tersebut menurut Surat Perintah Mulai Kerjanya dimulai 08-08-2011 dengan batas waktu pengerjaannya sampai tanggal 25 Desember 2011 nanti. Kurang lebih 140 hari kerja.

Namun untuk meningkatkan tantangan dan menambah “penderitaan” para pekerja , aku mentargetkan harus selesai sebelum Idul Adha yang lalu ,….dan pekerjaan tersebut baru kami mulai tanggal 5 September 2011 lalu dan selesai tepat sehari sebelum Idul Adha tangggal 5 Nopember 2011. Alhamdulillah hari raya kemaren jalan kampung tersebut tak lagi licak dan para perempuan berbaju kurung Melayu nyaman memakai high heels alias sepatu tumet tinggi.

Dan sebuah kisah bisa mulai ditulis dari bagian mana saja dari sebuah kisah tersebut,……

Bersambung.


NATUNAPEDIA :

Licak = Becek

Tumet = Tumit

0 comments:

Post a Comment

My Blog List