Kisah Sepanjang Jalan (2)

Nancy Reagan benar saat mengatakan :

Woman are like tea-bags, you never know how strong they are until they are in hot water.”

Siang itu panas menyengat. Ini membuat pekerjaan mengikat besi yang berukuran 8 mm sebagai tulang untuk semenisasi jalan itu berjalan kian melambat. Jarak jalinan dari besi ke besi 15 cm, cukup rapat. Sebatang besi itu panjangnya 12 meter. Padahal hari ini para lelaki perkasa tersebut hanya mengikat dua sambungan besi, 24 meter. Tapi dari pagi hingga siang ini baru separuh yang terjalin dan diikat. Sangat lambat. Selain panas matahari, para pekerja yang rata-rata adalah perokok berat tetap merokok saat working hours juga menjadi penyebab lambatnya pekerjaan tersebut. Belum lagi kalau ada perempuan yang lewat, maka aksi mendoi para pria berotot itu juga menyita waktu.


“ Jun,…coba kami perempuan yang mengikat besi” pinta perempuan beranak 2 itu.

Tentu saja aku ragu dengan keinginan perempuan tersebut.

“ Tolonglah beri kesempatan kami untuk ikut bekerja mengikat besi. Sebentar lagi kan hari raya Idul Adha, kami perlu duit buat bikin kue dan beli baju anak.”

Akupun menyerah,…

“ Oke, berapa orang yang sanggup bekerja ?” tanyaku dengan ragu.

“ Kamu perlu berapa orang ?”

“ Hmmm,…sekitar enam orang “

Aoklah,…kapan kami mulai kerja ?”

“ Besok,…..tapi ada syaratnya.”

“ Aduh masak ngikat besi saja ada syaratnya ?,…apa syaratnya ? Tanya perempuan tersebut.

“ Tolong bilang sama kawan-kawan jangan pakai celana sighah…..ya ? ”

“ hahahaha,…aoklah.” Perempuan itu berlalu sambil tetap cekikikan.

Dan enam perempuan yang saya yakin betul status di KTP-nya pastilah URT ( Urusan Rumah Tangga ) ternyata mampu mengikat besi sepanjang 4 sambungan, kurang lebih 48 meter dalam waktu sehari. Sangat efektif. Tanpa kepulan asap rokok disaat bekerja dan ndok mendoi saat ada lelaki yang lewat.

Kalau saja anak-anak dari perempuan-perempuan yang tangguh tersebut mengetahui betapa besar cinta dan pengorbanan ibunya kepada mereka sehingga seperti kata Marrion C.Garetty,…

Mother love is the fuel that enables a normal human being to do the impossible.

Tentulah mereka akan sangat menghormati ibunya dengan cara belajar yang benar, terutama bagi yang sedang kuliah atau tidak menghisap lem fox seperti yang terjadi pada seorang pelajar yang baru duduk di bangku SMP , yang kebetulan juga bermukim diporos jalan tersebut sehingga hidungnya mengeluarkan darah terus menerus,…….Bersambung.


NATUNAPEDIA :

Mendoi = Menggoda wanita

Ndok = Tidak

Aoklah = Iyalah

Sighah = Sobek

2 comments:

  1. pokoknya pertamax !

    begitulah para kaum wanita ya Bang...memang beda sama laki-laki...mereka geger'e kuat-kuat, tangan bekerja begitupula mulutnya....qiqiqiqiqi

    Subhanallah Allah menciptakan makhluk yang istimewa ini bernama wanita...sungguh indah

    ReplyDelete
  2. Cakfer : betul cak,...maka tidak salah seruan Rasulullah,...ibu...ibu...ibu. kamsia sudah mampir cak.

    ReplyDelete

My Blog List