Don’t Visit Natuna Year 2012 (1)

Life is a journey that must be traveled no matter how bad the roads and accommodations ( Oliver Goldsmith )

Jika anda seorang petualang yang berprinsip seperti Oliver Goldsmith seorang penulis asal Irlandia yang hidup pada tahun 1728 – 1774 di atas, maka datanglah ke Natuna. Selain kandungan migas yang menggiurkan, ikan-ikan yang diintai terus menerus oleh nelayan asing, Natuna juga di karunia oleh Tuhan dengan alam yang indah.

Tapi jika anda seorang turis lokal yang mengharapkan kenyamanan beristirahat dengan prasarana pendukung yang memanjakan diri,…..saat ini Natuna bukanlah pilihan yang tepat untuk dikunjungi. Kecuali anda seorang wisatawan yang nekad dan penikmat “keterbelakangan”.

Memang terdapat beberapa tempat di Natuna yang indah alami yang membuat pikiran menjadi tenang. Namun sayangnya keindahan-keindahan tersebut belumlah dikelola sebagai sebuah tempat tujuan wisata yang layak.

Belum nampak upaya yang sungguh-sungguh dari pemkab Natuna untuk segera membenahi sektor pariwisata yang sebetulnya sudah disadari betapa besar potensinya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Nampaknya pemkab “sengaja” membiarkan beberapa lokasi yang indah tersebut terlantar apa adanya. Bercampur dengan perumahan penduduk dan tempat hiburan malam yang kumuh penuh dengan canda tawa perempuan-perempuan penghibur, sehingga menjadi tak indah lagi.

Singkatnya Pemkab Natuna belum berhasil memaksimalkan “tuahnya rantau Natuna” dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Salah satu tuah rantau Natuna adalah terdapat bebatuan besar dari prehistoric time. Untuk mengetahui tuah batu-batu tersebut simaklah cuplikan artikel dari Nenggih Susilowati dari Balai Arkeologi Medan yang dimulai dengan kalimat pembuka…….

The cultural history trace of Natuna is the description of a series of activities which take place in the region since prehistoric to historic time. Another one also describe about migration flows. Some cultural description can be got from some archaeological object which can be developed for some importance.

Bersambung……

3 comments:

  1. Pembangunan pariwisata itu termasuk pembangunan jangka panjang dan lintas sektor. Pembangunannya hari ini, buahnya baru akan dirasakan blasan hingga puluhan tahun ke depan. Pembangunan seperti ini menjadi tidak populer buat para pengambil kebijakan saat ini yang cenderung memilih pembangunan instan ('hasilnya' bisa langsung dirasakan sesegera mungkin).

    Setuju Bong; jangan kunjungi dulu Natuna sekarang ini, tidak nyaman hati ini terhadap para wisatawan nantinya.

    ReplyDelete
  2. Betul de....sangat prihatin dgn kondisi planet natuna saat ini. Tanpa arah dan strategi yg jelos....bile bolek kampong ?

    ReplyDelete
  3. klu sya biarkan saja wisatawan datang ke Natuna, biar mereka rasakan sulitnya hidup dinegeri perbatasan ini.
    Soal pengelolalaan wisata yg saya heran dinas terkait seperti dinas pariwisata selalu melakukan promosi yg tidak tepat sasaran, feedback promosi tidak ada sama sekali, membuang-buang apbd saja. Situs mereka saja isinya tidak mencerminkan situs pariwisata.

    ReplyDelete

My Blog List