My Way : Kisah Pak Camat Di Ujung Negeri (1)



“ Tolong nasehati saya selaku Camat Bunguran Barat…..mari kita bersama-sama membangun kecamatan kita ini……”

Demikian sepotong kalimat yang keluar dari pidato dalam rangka menyambut tahun baru 2012 dari Pak Camat di panggung sederhana. Sebuah ajakan yang cukup arif dan bijaksana.

Walaupun di level kecamatan, seorang camat tetap saja seorang leader . Dan biasanya seorang leader sangat suka dengan lagu my way,….dan lagu tersebut biasanya didendangkan hanya untuk menegaskan who I am.

Dan berbicara tentang kepemimpinan, ada banyak sifat-sifat dan fungsi pemimpin yang telah ditulis oleh para pakar. Stephen Covey yang terkenal itu misalnya menekankan bahwa seorang pemimpin haruslah memiliki empat fungsi kepemimpinan yaitu :

Pathfinding, Aligning, Empowering, dan  Modeling  atau dalam bahasa Sedonou bisa berarti Tukang Rintis, Tukang Selaras, Tukang Memberdayakan, dan sebagai Tokoh Panutan.

Senja itu pemandangan di ujung Jalan Lintas Bunguran cukup indah. Awan putih bergerak pelan. Gunung Ranai terlihat jelas. Tiga orang anak lelaki yang aku kenal  sebagai pelajar SMA di kampungku asyik bergurau. Sepedaku perlahan berhenti di depan “gerombolan Bujong Tanggung” tersebut. Akhirnya akupun tenggelam dalam gurauan mereka.

“ Bong,…Pak Camat kite ni narsis habis…” ujar salah satu dari mereka sambil cekikikan.
Mbe hal lak ?” tanyaku penasaran
Cube Bongjun perhatikan,…sejak bin dilantik lah bonyok sepanduk yang dipasang,….lengkap dengan gombo pak camat dan lambang Natuna. Telibak lalu……ngabis-ngabis duit jok…..Menurut ayah saye, camat-camat sebelumnya tidak pernah melakukan hal tersebut.”  

Tentu saja aku tidak bisa menahan tawa atas pernyataan polos dari bujong tanggung tersebut. Barangkali anak-anak muda ini belum mengetahui  bahwa setiap pemimpin di level manapun berpotensi besar untuk terjangkit penyakit megalomania, dan narsis adalah gejala  awal dari penyakit tersebut……………………………………dan sebelum kulanjutkan  kisah camat di ujung negeri ini……………………

Saya mengucapkan Selamat Kepada Pak Anthony  Kapolsek Kecamatan Bunguran Barat atas kenaikan pangkatnya dari IPTU menjadi IPDA.  Semoga tetap sehat, sukses dan  tambah sejahtera.
Bersambung……………

NATUNAPEDIA :

Bujong Tanggung = Remaja
Kite = Kita
Bin = Beliau
Ni = ini
Mbe hal lak ? =  Ada apa pula ?
Lah = Sudah
Bonyok = Banyak
Gombo = Gambar
Telibak = Jelas sekali ……..( saya agak kesulitan menterjemahkan kata telibak ini )
Jok = saja
Ngabis = Menghabiskan
Saye = Saya

2 comments:

  1. Wah...kalo soal spanduk ucapan selamat dari pak Camat mungkin bagian dari "Pathfinding" Bong...merintis ucapan selamat sebagai bagian dari publikasi(pribadi). Juga sebagai "Aligning", untuk menyelaraskan kerukunan dan kinerja aparat keamanan dg pemerintahan, juga "Empowering" untuk menimbulkan semangat kerja dan mengajak orang2 mau diberdayakan karena ada penghargaan dan perhatian dari pak Camat, dan "Modeling"...sebagai contoh tokoh yang Moderen dan patut menjadi contoh karena ganteng, kaya dan gak malu2in sebagai Camat dan berharap banyak perempuan2 pada jatuh hati....(Hati2 Yayank nya kena pelet loh Bong....xixixi).

    ReplyDelete
  2. ndansrex : hahahaha,.....kayaknya Pak camat ketularan politik pencitraan ndan,...yang penting indah di spanduk xixixi

    ReplyDelete

My Blog List