Ku kayuh sikalku perlahan-lahan menyusuri jalan-jalan yang masih basah karena hujan tadi pagi. Hari ini aku agak sedikit bergaya. Wireless headset sudah terpasang ditelingaku. Kumpulan lagu-lagu shalawat yang sengaja kukumpulkan dalam satu folder di dalam telepon genggamku mengalun indah.
Mulai dari alunan Tombo Ati yang dibuka dengan narasi indah nan menggugah dari Cak Nun. Kemudian suara Gus Dur pun mengalun lewat tembang Munajat-nya. Sungguh membuat hati menjadi tenang dan damai. Menyusuri gang-gang kecil cukup membuat badanku berpeluh namun tetap semangat karena dipacu irama Shalawat Badar yang sedikit menghentak versi Chryse.
Serangan stroke yang menimpa beberapa kerabat di kampungku belakangan ini membuatku berupaya untuk mencari olah raga yang membuat badan selalu bugar. Sebenarnya ada beberapa jenis olah raga yang bisa kupilih. Alhamdulillah beberapa sarana lapangan olah raga di kampungku sudah cukup memadai.
Walaupun pulau kecil, selain terdapat beberapa lapangan volley, lapangan sepak takraw, lapangan sepak bola, bahkan sudah ada juga lapangan basket dan tenis. Dan sore ini ternyata lapangan basketnya berubah fungsi menjadi lapangan futsal. Beberapa anak muda dengan riang berebut menendang bola.
Lalu mengapa aku memilih sikal sebagai pembakar lemak ?
Sejujurnya ide ini muncul saat melihat salah seorang senior di kampungku, Pak H.Zainal Abidin pensiunan Kepala Sekolah SMP yang setiap hari mengayuh sikal. Diusianya yag sudah lebih dari 60 tahun beliau tampak selalu sehat dan bugar. Padahal dengan tingkat ekonominya, Pak H. Zainal yang juga merupakan lawanku yang cukup tangguh saat bermain scrabble, sebenarnya beliau bisa saja membeli sepeda motor.
Mengenai stroke,…menurut ndansrex son of cenayang karena disebabkan oleh karena adanya sumbatan mendadak dari pembuluh darah di otak. Serangan sumbatan ini terjadi saat kondisi badan baru memulai aktifitas harian...seperti bangun tidur, mandi pagi atau saat sarapan...mendadak ada peningkatan denyut jantung dan aliran darah dari sebelumnya yang kondisi istirahat...itu memicu lepasnya endapan lemak atau kolesterol yang menempel di pembuluh arteri dan terbawa aliran darah ke otak". …….(soncenayang.blogspot.com)
Jadi bukan karena hantu…..hahaha….
Senja itu ada ketenangan di hatiku, dan gesekan biola Idris Sardi pada shalawat Abunawas menghentikan guhitan sikalku karena sudah sampai di rumah….
“ Yang teh hangat Yang ……!” Bersambung
NATUNAPEDIA
Sikal = Sepeda
Guhit = Kayuh
Guhitan = Kayuhan
kene struk blm ape2 bong, bahaye die klu kene struk 2 truk, heheh...
ReplyDeleteselamat beguhit sikal
Yesss...moga2 kebiasaan ber sikal2 bisa membudaya Bong...Untuk daratan macam Natuna/sedonou kayaknya ber sikal masih aman dan tak menimbulkan kemacetan lalu lintas....
ReplyDeleteOmong2 Hantu ato setan dedemit yg kena stroke ada gak yaa...?
KL :
ReplyDeleteterima kasih ya sudah mampir,.....salam kenal dari pulau.
ndansrex :
hehehe iya ndan,...mestinya pulau-pulau kecil seperti sedonou itu gak perlu dipadati dgn kendaraan roda empat,...dan bisingnya suara motor xixixi...ditunggu tulisan-tulisan berikutnya dari ndansrex.
ada anekdot...beda orang kita sama orang bule, kalau orang bule masih muda meraka pake mobil, dan kalau sudah tua mereka biasa mengayuh sepeda karena alasan kesehatan, kalau kita masih muda mengayuh sepeda sudah tua baru naik mobil maklum baru terbeli haaa...ha...
ReplyDeleteselamat bersepeda...