Marine Current Turbine


Sedanau, 21 Januari 2012


Kepada Yth.

Bupati dan Wakil Bupati serta DPRD Natuna

Di

Bukit Arai dan Batu Hitam – Ranai


Perihal : Listrik Tenaga Air Laut


Dengan Hormat,

Alhamdulillah beberapa alumni ITB telah berhasil memanfaatkan arus laut sebagai pembangkit tenaga listrik. Kabar ini tentunya sangat menggembirakan, mengingat 97 % lebih wilayah Natuna adalah laut. Barangkali ini adalah salah satu solusi yang tepat guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di desa-desa seluruh Natuna.

Untuk itu saya sebagai salah satu warga Natuna tidak keberatan jika Pak Bupati dan DPRD Natuna segera mengadakan studi banding ke daerah Nusa Penida Bali yang khabarnya sudah sukses memanfaatkan arus laut sebagai sumber energi listrik buatan perusahaan TFiles tersebut.

Atau jika memang berkenan dengan penemuan dari para alumni ITB tersebut, demi untuk menghemat anggaran Kabupaten Natuna, Pak Bupati dan DPRD Natuna bisa mengundang para pakar di bidang tersebut untuk mempresentasikan keunggulan sistem tersebut di Ranai agar masyarakat juga bisa mendengar. Berikut adalah alamatnnya :

http://www.tfiles-indonesia.com

http://tfiles.wordpress.com/produk/

Phone : 62 22 7222 9746 or 62 82122166911
Fax : 62 22 2533639
Email : info@tfiles-indonesia.com or tfiles.indonesia@yahoo.co.id

Atau bisajuga menghubungi alamat di bawah ini :

Sampoerna Strategic Square Jl. Jendral Sudirman kav 45-46 South Tower, 30 floor Jakarta.


Semoga informasi ini bermanfaat.

Wassalam

Sikal, Stroke dan Shalawat (2)

Aku tidak pernah merasa languk untuk selalu singgah di jembatan kayu sepanjang lebih dari 500 meter yang membelah hutan bokau yang rimbun di kampung Sapak. Di ujung jembatan itu terhampar lautan luas. Seluas dan sepuas mata memandang.

Sambil meneguk air putih lalu merebahkan badan, melepas kesoi setelah hampir satu setengah jam bersikal ria di jalan-jalan kecil. Biasanya aku berleha-leha di ujung jembatan tersebut namun tidak terlalu lama. Cukup satu lagu saja…..dan petang ini giliran irama lagu Astaghfirullah-nya Cak Nun. Sungguh damai. To me…. it’s really a golden time.

Kebetulan saja hari ini usai menikmati "golden time", aku bertemu dengan Pak Wan Adam, Kepala Sekolah SMAN 1 di kampungku.

Lah beli sikal Pak ?”

Lom,saye nak lihat sikal bongjun luk….”

Ndok perlu beli sikal yang mahal pak…yang penting rodanya jangan segi empat hahaha…”

Semoga saja Pak Kepsek yang beberapa bulan yang lalu sempat di pusingkan oleh siswa-siswanya yang selalu selap masal segera membeli sikal dan menularkan kebiasaan guhit mengguhit ini kepada rekan-rekan gurunya dan tentu saja juga kepada murid-muridnya yang gemar bersepeda motor atau naik ojek. Biar bugar biar segar dan selalu siap untuk proses belajar mengajar.

Dan terlebih lagi untuk menghindari stroke yang belakangan ini banyak menyerang penduduk di kampungku yang tentunya hal tersebut berkaitan erat dengan pola hidup. Habit is second nature……………dan menurut Pak Asyangar seorang Lurah di dunia maya yang rajin bertanya dengan seorang dokter teman baiknya, jika seseorang sudah terkena stroke maka…..

"Ya sudah..sebaiknya secepatnya di bawa ke rumah sakit saja, karena ada periode emas {Golden Time) sekitar dua jam untuk mencegah kerusakan otak yang lebih luas...Ayo siapkan mobil Puskesmas dan langsung dibawa ke rumah sakit kabupaten yaa..!!."

Bersambung ……maning


NATUNAPEDIA :


Languk = Bosan / jenuh

Bokau = Bakau / Mangrove

Kesoi = Capek

Lah = Sudah

Sikal = Sepeda

Lom = Belum

Saye = Saya

Nak = Ingin

Luk = Dulu

Ndok = Tidak

Guhit Mengguhit = Kayuh mengayuh

Selap = Kesurupan / Kemasukan

Sikal, Stroke dan Shalawat (1)


Cuaca agak mendung, tentu saja matahari tak tampak. Sepertinya akan turun hujan. Tapi melihat arah angin yang mengarah ke timur naluriku mengatakan kemungkinan hujan tak akan mampir di pulau Sedonou. Hari ini seperti biasa jam 4 sore adalah jadwalku bersikal. Aku harus melawan rasa malas karena sejuknya hembusan angin di awal tahun.

Ku kayuh sikalku perlahan-lahan menyusuri jalan-jalan yang masih basah karena hujan tadi pagi. Hari ini aku agak sedikit bergaya. Wireless headset sudah terpasang ditelingaku. Kumpulan lagu-lagu shalawat yang sengaja kukumpulkan dalam satu folder di dalam telepon genggamku mengalun indah.

Mulai dari alunan Tombo Ati yang dibuka dengan narasi indah nan menggugah dari Cak Nun. Kemudian suara Gus Dur pun mengalun lewat tembang Munajat-nya. Sungguh membuat hati menjadi tenang dan damai. Menyusuri gang-gang kecil cukup membuat badanku berpeluh namun tetap semangat karena dipacu irama Shalawat Badar yang sedikit menghentak versi Chryse.

Serangan stroke yang menimpa beberapa kerabat di kampungku belakangan ini membuatku berupaya untuk mencari olah raga yang membuat badan selalu bugar. Sebenarnya ada beberapa jenis olah raga yang bisa kupilih. Alhamdulillah beberapa sarana lapangan olah raga di kampungku sudah cukup memadai.

Walaupun pulau kecil, selain terdapat beberapa lapangan volley, lapangan sepak takraw, lapangan sepak bola, bahkan sudah ada juga lapangan basket dan tenis. Dan sore ini ternyata lapangan basketnya berubah fungsi menjadi lapangan futsal. Beberapa anak muda dengan riang berebut menendang bola.

Lalu mengapa aku memilih sikal sebagai pembakar lemak ?

Sejujurnya ide ini muncul saat melihat salah seorang senior di kampungku, Pak H.Zainal Abidin pensiunan Kepala Sekolah SMP yang setiap hari mengayuh sikal. Diusianya yag sudah lebih dari 60 tahun beliau tampak selalu sehat dan bugar. Padahal dengan tingkat ekonominya, Pak H. Zainal yang juga merupakan lawanku yang cukup tangguh saat bermain scrabble, sebenarnya beliau bisa saja membeli sepeda motor.

Mengenai stroke,…menurut ndansrex son of cenayang karena disebabkan oleh karena adanya sumbatan mendadak dari pembuluh darah di otak. Serangan sumbatan ini terjadi saat kondisi badan baru memulai aktifitas harian...seperti bangun tidur, mandi pagi atau saat sarapan...mendadak ada peningkatan denyut jantung dan aliran darah dari sebelumnya yang kondisi istirahat...itu memicu lepasnya endapan lemak atau kolesterol yang menempel di pembuluh arteri dan terbawa aliran darah ke otak". …….(soncenayang.blogspot.com)

Jadi bukan karena hantu…..hahaha….

Senja itu ada ketenangan di hatiku, dan gesekan biola Idris Sardi pada shalawat Abunawas menghentikan guhitan sikalku karena sudah sampai di rumah….

“ Yang teh hangat Yang ……!” Bersambung


NATUNAPEDIA

Sikal = Sepeda

Guhit = Kayuh

Guhitan = Kayuhan

My Way : Kisah Pak Camat Di Ujung Negeri (1)



“ Tolong nasehati saya selaku Camat Bunguran Barat…..mari kita bersama-sama membangun kecamatan kita ini……”

Demikian sepotong kalimat yang keluar dari pidato dalam rangka menyambut tahun baru 2012 dari Pak Camat di panggung sederhana. Sebuah ajakan yang cukup arif dan bijaksana.

Walaupun di level kecamatan, seorang camat tetap saja seorang leader . Dan biasanya seorang leader sangat suka dengan lagu my way,….dan lagu tersebut biasanya didendangkan hanya untuk menegaskan who I am.

Dan berbicara tentang kepemimpinan, ada banyak sifat-sifat dan fungsi pemimpin yang telah ditulis oleh para pakar. Stephen Covey yang terkenal itu misalnya menekankan bahwa seorang pemimpin haruslah memiliki empat fungsi kepemimpinan yaitu :

Pathfinding, Aligning, Empowering, dan  Modeling  atau dalam bahasa Sedonou bisa berarti Tukang Rintis, Tukang Selaras, Tukang Memberdayakan, dan sebagai Tokoh Panutan.

Senja itu pemandangan di ujung Jalan Lintas Bunguran cukup indah. Awan putih bergerak pelan. Gunung Ranai terlihat jelas. Tiga orang anak lelaki yang aku kenal  sebagai pelajar SMA di kampungku asyik bergurau. Sepedaku perlahan berhenti di depan “gerombolan Bujong Tanggung” tersebut. Akhirnya akupun tenggelam dalam gurauan mereka.

“ Bong,…Pak Camat kite ni narsis habis…” ujar salah satu dari mereka sambil cekikikan.
Mbe hal lak ?” tanyaku penasaran
Cube Bongjun perhatikan,…sejak bin dilantik lah bonyok sepanduk yang dipasang,….lengkap dengan gombo pak camat dan lambang Natuna. Telibak lalu……ngabis-ngabis duit jok…..Menurut ayah saye, camat-camat sebelumnya tidak pernah melakukan hal tersebut.”  

Tentu saja aku tidak bisa menahan tawa atas pernyataan polos dari bujong tanggung tersebut. Barangkali anak-anak muda ini belum mengetahui  bahwa setiap pemimpin di level manapun berpotensi besar untuk terjangkit penyakit megalomania, dan narsis adalah gejala  awal dari penyakit tersebut……………………………………dan sebelum kulanjutkan  kisah camat di ujung negeri ini……………………

Saya mengucapkan Selamat Kepada Pak Anthony  Kapolsek Kecamatan Bunguran Barat atas kenaikan pangkatnya dari IPTU menjadi IPDA.  Semoga tetap sehat, sukses dan  tambah sejahtera.
Bersambung……………

NATUNAPEDIA :

Bujong Tanggung = Remaja
Kite = Kita
Bin = Beliau
Ni = ini
Mbe hal lak ? =  Ada apa pula ?
Lah = Sudah
Bonyok = Banyak
Gombo = Gambar
Telibak = Jelas sekali ……..( saya agak kesulitan menterjemahkan kata telibak ini )
Jok = saja
Ngabis = Menghabiskan
Saye = Saya

My Blog List